MIND ID Kenalkan Produk Kalium Humat untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian

dimas

By dimas

MIND ID, melalui PT Bukit Asam Tbk, terus berupaya memberikan manfaat lebih besar dari pengolahan batu bara dengan mengembangkan produk kalium humat. Dalam kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, mereka berhasil menciptakan inovasi yang dapat menaikkan produktivitas pertanian hingga tiga puluh persen, mendukung upaya pemerintah dalam meraih swasembada pangan.

Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama MIND ID, menyatakan bahwa inovasi ini menunjukkan betapa sumber daya mineral negara dapat diolah untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk memecahkan masalah kemandirian pangan.

Rencananya, produk kalium humat ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mengurangi kebergantungan petani terhadap pupuk kimia. Maroef menyampaikan ini saat meluncurkan proyek pilot produk tersebut di UGM, Kamis (21/8).

“Ini adalah bentuk nyata komitmen MIND ID untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk petani. Hilirisasi batu bara memang bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan,” terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).

Produk ini dihasilkan dari batu bara kalori rendah milik PTBA di IUP Peranap, yang kemudian diolah menjadi pupuk hayati dan bahan pembenah tanah. Proyek ini, yang dimulai sejak 2023, kini mampu memproduksi kalium humat hingga 144 ton per tahun.

Maroef menyebut ini sebagai langkah penting dalam pembangunan hilirisasi produk tambang yang berkelanjutan dan berdaya saing. Ia juga menambahkan bahwa ini akan memperkuat upaya ketahanan pangan di Indonesia.

“Dengan ini, petani akan lebih memperoleh pupuk lokal, dan diharapkan pendapatan serta kesejahteraan mereka akan meningkat,” katanya. Ia juga mengungkapkan komitmen MIND ID untuk terus mengeksplorasi potensi mineral Indonesia guna mendukung Indonesia Emas 2045.

Rektor UGM, Ova Emilia, mengapresiasi keberanian MIND ID dalam memanfaatkan universitas sebagai tempat pengembangan dan penelitian produk ini. “Penelitian memang butuh waktu dan hasil yang pasti belum tentu, tetapi keberanian untuk mengembangkannya kami apresiasi. Hasilnya pasti akan bermanfaat,” tuturnya.

Inovasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kemitraan strategis yang dapat mengubah batubara menjadi solusi untuk pertanian yang lebih produktif. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menciptakan nilai tambah dari sumber daya alaminya, tetapi juga mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan